INDRAKA

January 6, 2010

Resensi: Gajah Mada Bergelut Dalam Kemelut Takhta Dan Angkara

Filed under: Uncategorized — fani indraka @ 00:49

Judul Novel : GAJAH MADA BERGELUT DALAM KEMELUT TAKHTA DAN ANGKARA

Pengarang: Langit Kresna Hariadi.

Novel ini bercerita tentang pemberontakan yang terjadi di Majapahit pasca meninggalnya Raja Jayanegara. Pemberontakan ini bisa dipadamkan oleh Pasukan Bhayangkara yang dipimpin oleh Gajah Mada. Kejutan dalam novel ini adalah bahwa banyak orang di belakang Raden Cakradara dan Raden Kudamerta (keduanya calon suami calon Ratu Majapahit) yang haus kekuasaan. Kedua orang tersebut seolah hanya menjadi boneka demi mendapat kekuasaan. Kejutan lain adalah kenyataan bahwa istri Ra Tanca (Ra Tanca pernah ingin makar dan telah terbunuh) yang menghimpun kekuatan untuk makar terhadap Majapahit.

Raja pertama Majapahit yaitu Raden Wijaya memiliki empat istri (keempatnya adalah anak dari raja terakhir Singosari yaitu Raja Kertanegara). Dahulu Raja Kertanegara sangat menyayangi Raden Wijaya karena dia adalah putra dari Lembu Tal (Lembu Tal adalah anak dari Mahisa Cempaka). Adapun Mahisa Cempaka pernah memerintah Singosari bersama Ranggawuni (ayah dari Kertanegara). Karena Ranggawuni dan Mahisa Cempaka merupakan sepupu, maka antara raja pertama Majapahit (Raden Wijaya) dan raja terakhir Singosari (Raja Kertanegara) sebenarnya masih memiliki hubungan darah.

Sumber gambar:

Pada awalnya Raden Wijaya diangkat menjadi raja setelah mengalahkan Jayakatwang (penguasa Gelang-Gelang Kediri) dan mengusir tentara Mongol dari tanah Jawa. Raden Wijaya memperdaya pasukan Kubilai Khan (Mongol) yang bermaksud menghukum Kertanegara (Kertanegara menghukum utusan Kubilai Khan yang bernama Meng Ki). Raden Wijaya menghasut pasukan Mongol untuk menghancurkan Kediri (yang telah menghancurkan Kertanegara). Setelah Kediri hancur, Raden Wijaya bersama Arya Wiraraja menghancurkan tentara Kubilai Kan.

Raden Wijaya (1294-1309) hanya memiliki seorang putra dan dua orang putri. Ketika Raden Wijaya mangkat, putra lelakinya (Kalagemet) masih sangat belia. Namun betapapun belianya, tetap harus meneruskan tahta kerajaan dan kemudian bergelar Jayanegara. Pada masa pemerintahan Jayanegara, Majapahit mengalami pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti. Namun pemberontakan yang mampu memaksa Jayanegara mengungsi dari istana ini mampu dipadamkan oleh pasukan Bhayangkara yang berjumlah hanya sekitar 20 orang. Panglima pasukan itu adalah Jayanegara sendiri yang dalam kesehariannya diserahkan pada Gajah Mada. Sejak penumpasan pemberontakan itu usai, Gajah Mada diangkat sebagai Patih Daha dan Patih Kediri dan menjadi sangat disegani di kalangan prajurit Bhayangkara. Kelebihan dari Pasukan Bhayangkara ini adalah mempunyai sandi telik (intelijen) yang sangat kuat. Jadi kalau mau membangun pasukan yang kuat, maka harus mempunyai INTELIJEN YANG KUAT yang bisa mengumpulkan informasi dengan akurat.

Permasalahan muncul ketika Raja Jayanegara mengalami sakit. Tabib bernama Ra Tanca yang diperintahkan mengobati sang raja justru memberikan racun yang berakibat pada kematian sang raja (pada tahun 1328 M). Tabib tersebut dahulu memang pemberontak yang pernah berbuat makar pada Raja Jayanegara, namun akhirnya diampuni karena dianggap bisa merubah tabiatnya. Ada dua penyebab kebencian Ra Tanca yaitu, alasan pertama, dia menganggap Raja Jayanegara pernah berusaha melecehkan istrinya, dan alasan kedua, semua sahabatnya dibabat habis ketika terjadi pemberontakan. Ra Tanca diibaratkan seperti minyak yang akan tetap menjadi minyak, jika disulut dengan api, maka minyak tersebut akan segera terbakar. Begitu pula Ra Tanca yang sekali membenci Majapahit akan selalu membenci Majapahit.

Kematian Jayanegara menyebabkan terjadinya perebutan pengaruh kekuasaan di kerajaan. Karena Raden Wijaya tak memiliki anak lelaki lain, sementara Raja Jayanegara belum memiliki istri maupun anak, maka tampuk kekuasaan diserahkan pada salah satu dari kedua putri dari raja pertama Majapahit (Raden Wijaya) yaitu Sri Gitarja dan Dyah Wiyat (dua-duanya anak dari Ratu Gayatri). Permasalahannya adalah para calon suami dari kedua putri tersebut ternyata memiliki teman dan kerabat yang sangat haus akan kekuasaan. Di sini terlihat bahwa teman dan kerabat akan menyebabkan perpecahan dan begitu banyak intrik.

Ada begitu banyak pembunuhan maupun upaya pembunuhan terutama dialamatkan kepada Raden Kudamerta (calon suami dari Dyah Wiyat) dan pengikutnya. Ternyata dalang semua pembunuhan ini adalah Panji Wiradapa, paman dari Raden Kudamerta. Panji Wiradapa ini juga memiliki nama lain yaitu Brama Rahbumi (juga dikenal sebagai Rangsang Kumuda). Panji Wiradapa ini adalah tangan kanan Ramapati (Ramapati pernah membuat kekacauan hingga Raden Jayanegara mengungsi). Bahkan Panji Wiradapa pernah berniat melukai Raden Kudamerta sendiri dengan tujuan agar Raden Cakradara (calon suami dari Sri Gitarja) menjadi korban fitnah. Pada akhirnya terbongkarlah rahasia bahwa Rangsang Kumuda ini membangun kekuatan (untuk melakukan makar terhadap Majapahit) di Karang Watu yang kepemimpinannya diserahkan kepada janda Ra Tanca (yang berpura-pura menjadi laki-laki bergelar Raden Panji Rukramurti). Dia mewarisi kebencian suaminya terhadap Majapahit dan selalu beranggapan bahwa Majapahit dipenuhi oleh orang-orang yang busuk terutama adalah Raja Jayanegara yang dianggap pernah menggodanya. Bahkan Dyah Wiyat dianggap mencuri hati suaminya. Janda Ra Tanca ini mewarisi kemampuan mendiang suaminya dalam pengobatan dan racun. Pada akhirnya pemberontakan ini dapat dipadamkan sepenuhnya oleh pasukan Majapahit. Di kemudian hari Tribuana Tunggadewi ini akan melahirkan Raja Hayam Wuruk yang membawa kejayaan pada Majapahit.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Silver is the New Black Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: