Sebuah institut neurologi di US menggunakan musik sebagai media terapi bagi penderita alzhemir dan bagi mereka yang pelupa. Sedangkan Direktur Cancer Treatment Centers of America Katherine Puckett menyatakan, meski tak punya sertifikat menjadi ahli terapi musik, dia dan stafnya selalu menggunakan musik untuk membantu pengobatan pasiennya (www.wikimu.com).
Secara psikologis, pengaruh penyembuhan musik pada tubuh adalah pada kemampuan saraf menangkap efek akustik. Kemudian dilanjutkan dengan respon tubuh terhadap gelombang musik yaitu dengan meneruskan gelombang tersebut ke seluruh sistem kerja tubuh (http://kosmo.vivanews.com).
Tapi tak semua jenis musik memberi efek terapi penyembuhan. Beberapa penelitian menyebut musik klasik dan musik tradisional memberi pengaruh paling baik. Pop musik dan musik berirama dinamis justru disebut tak memiliki efek positif. Sedangkan musik-musik keras seperti rock atau hip hop justru merusak karena mempengaruhi emosi (http://kosmo.vivanews.com).
Musik tertentu membuat rileks, nyaman, dan tenang. Sedangkan tubuh yang rileks bisa membantu mengurangi rasa sakit (www.dechacare.com). Saya sangat sepakat dengan hal tersebut. Selain itu musik juga bisa mempengaruhi mood.
Salah satu musik untuk meningkatkan mood adalah Croatian Rhapsody karya Maxwell. Ini adalah lagu paling bagus (bagi saya). Lagu ini cocok diputar pada pagi hari menjelang beraktivitas untuk meningkatkan gairah bekerja. Sedangkan jika ingin menstabilkan emosi cocok mendengarkan Canon in D dari Pachelbel. Bahkan bila diputer menjelang dan ketika tidur, bisa membawa rasa tenang.